Jakarta – Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya menegaskan komitmen warga dan masyarakat di provinsi yang dipimpinnya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Meskipun NTT berdekatan dengan Timor Leste dan Australia, kita ingin dan tidak akan bergabung dengan dua negara itu,” kata Frans Lebu Raya pada peringatan Hari Ulang Tahun NTT ke-54 di Arena Pekan Raya Jakarta, Sabtu.
Frans mengatakan setiap ada pejabat dari pemerintah pusat datang ke NTT, dia selalu menyampaikan bahwa NTT masih menjadi bagian dari NKRI yang perlu diperhatikan. Apalagi, NTT juga memiliki sumbangan besar bagi NKRI sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Karena itu, meski ada anggapan bahwa provinsi itu merupakan salah satu daerah miskin dan tertinggal di Indonesia, dia menyatakan seluruh komponen masyarakat terus bergerak demi kemajuan NTT.

“Kita tengah membangun masyarakat untuk maju dan terus bekerja keras. Karena itu, saya meminta dukungan warga Jabodetabek asal NTT untuk membantu,” tuturnya.

Dia meminta agar warga Jabodetabek asal NTT ikut membantu menghilangkan stigma miskin dan tertinggal terhadap provinsi itu. Dia tidak ingin stigma miskin itu membuat masyarakat NTT rendah diri sehingga enggan berinovasi.

“Jangan cekoki kami dengan kemiskinan,” ujarnya.

Peringatan hari ulang tahun Provinsi NTT di Jakarta diinisiatif oleh Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) Flobamora -forum pemuda NTT diaspora- dengan tema “NTT Memanggil”.

Peringatan hari ulang tahun itu dimeriahkan dengan pesta rakyat dan karnaval budaya. Berbagai kesenian dan budaya ditampilkan pada acara tersebut seperti Tarian Ja`I, Tarian Caci, peragaan busana tenun ikat khas Timor, puisi dan lagu-lagu.

Acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan artis-artis asal NTT seperti Dion Idol dan Regina Idol serta atraksi Master Limbad melawan Komodo.

Sumber: Antara