Terbentukanya provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), yang merupakan pecahan Kalimantan Timur (Kaltim), diharapkan mampu menjadi solusi warga perbatasan Indonesia-Malaysia.

“Warga perbatasan merasa diabaikan pemerintah, akses transportasi yang tak kunjung terpenuhi, bahkan cenderung tersendat membuat warga bergantung pada Malaysia terutama soal kebutuhan pokok,” kata anggota DPRD Kaltim Abdul Djalil Fatah, Rabu (6/2/2013).

Tak heran jika banyak warga yang mengancam akan memindahkan daerah mereka menjadi milik Malaysia. Abdul Djalil mengaku prihatin dengan ancaman ini, sebab kondisi seperti ini memang berlangsung sejak lama.

“Keterbatasan mereka memang berdampak pada masalah ekonomi dan sosial. Mudah-mudahan dengan terbentuknya Provinsi Kaltara akan memudahkan penyelesaian masalah-maslaah perbatasan semacam ini,” katanya.

Provinsi Kaltara sudah disahkan oleh DPR RI untuk menjadi provinsi baru. Provinsi pemekaran dari Kaltim ini memang menjangkau wilayah utara Kaltim, termasuk wilayah perbatasan. Proses pembentukan provinsi baru sudah dimulai.

Sumber: SindoNews