SAMARINDA-Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman menegaskan pengamanan perbatasan TNI akan menambah pos pengamanan perbatasan yang sebelumnya hanya 29 pos akan ditambah 8 hingga 10 pos pada 2014 nanti.

“Celah-celah yang merugikan negara akan kami tutup dan membuat dua pos gabungan antara Simangaris dan Krayan. Jangan coba-coba membawa miras dan narkoba lewat daratan karena mereka akan berhadapan dengan TNI. Setiap jengkal akan kita awasi secara ketat,” tegas Dicky Wainal Usman pada Rapat Kerja Camat se-Kaltim di Aula Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Kaltim, Kamis (10/1).

Setiap pos pengamanan akan dijaga sekitar 15 prajurit TNI yang dibagi dua regu dan dibagi lima Satuan Setingkat Kompi (SSK). Mereka akan bertugas menjaga ujung Nunukan hingga Kutai Barat (sepanjang perbatasan). Penjagaan juga akan dilakukan menggunakan pesawat helikopter.

Tahun ini, TNI akan bekerjasama dengan Pemprov Kaltim dan pusat untuk memperbaiki patok-patok yang rusak. Kondisi patok tidak ada yang bergeser, hanya rusak saja.
“Anggota saya rutin mengecek patok perbatasan dan setiap hari melapor kepada saya perkembangan perbatasan. Jadi tidak benar kalau bergeser, kalau ada yang berani menggeser akan kami geser lagi,” tegas Pangdam.

Menurutnya, membangun perbatasan Kaltim sebagai beranda negara berbeda dengan daerah lain, karena perlu kerjasama banyak pihak akibat medan yang sangat berat. “Kami bersyukur tidak lama lagi bandara perbatasan akan segera rampung dan pesawat Hercules akan mampu mendarat, sehingga isolasi perbatasan akan terbuka dan ekonomi masyarakat akan meningkat,” jelasnya.

Sementara kepada para camat, Pangdam berpesan agar para camat dapat terus menjalin kerjasama yang baik dengan jajaran TNI dan Polri, termasuk untuk keperluan-keperluan informasi intelejen. Camat juga diminta menegakkan disiplin dengan memberikan contoh yang baik kepada aparaturnya.

“Tanpa informasi intelejen, mustahil camat mampu membangun kemitraan dan informasi di wilayahnya. Jangan sampai terjadi demo di wilayahnya, camat justru tidak mengetahui,” tegas Dicky.

Sumber: http://www.kaltimprov.go.id