MENTERI Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, mengatakan anggaran pertahanan tahun 2013 semakin meningkat. Karena itu, pengelolaan anggaran harus semakin fokus, cermat dan teliti sehingga akan berdampak terhadap peningkatan perwujudan transparansi, akuntabilitas dan tertib administrasi.

“Tingkatkan pengawasan secara efektif guna tercapainya transparansi dan akuntabilitas program dan anggaran serta perbaikan sistem pelaporan pertanggungjawaban keuangan Kemhan/TNI tahun anggaran 2013,” kata Menhan saat Rapat Pimpinan (Rapim) Kemhan tahun 2013 di Aula Bhineka Tunggal Ika, Kantor Kemhan, Jakarta, Rabu (9/1/2013).

Menurut Menhan, peningkatan kesejahteraan prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) menjadi perhatian pemerintah untuk terus diperjuangkan. Antara lain peningkatan tunjangan, upaya pemberian tunjangan kinerja (remunerasi), peningkatan layanan kesehatan, penghargaan dan pemenuhan kebutuhan satuan-satuan operasi yang bertugas khususnya yang berada di perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar (terdepan, Red).

Rapim Kemhan tahun 2013 ini mengusung tema “Optimalisasi Kinerja Kementerian Pertahanan Melalui Sinergitas Postur Pertahanan Militer dan Nirmiliter dalam rangka Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Serta Menjaga Keselamatan Bangsa.”

Menhan menekankan kepada jajaran Kemhan dan TNI agar mengimplementasikan percepatan reformasi birokrasi di lingkungan Kemhan/TNI sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tentang Roadmap Reformasi Birokrasi Tahun 2010.

Ia juga menekankan agar melakukan penetapan indikator kinerja yang pelaksanaannya disesuaikan dengan peran, tugas dan fungsi masing-masing.

“Upayakan secara maksimal, cermat dan seksama terlaksananya butir-butir dalam sasaran kebijakan pertahanan negara tahun 2013,” katanya.

Sumber: