Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap bersinergi dengan berbagai unsur untuk menjamin keamanan masyarakat di tahun 2013 ini.

Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono mengatakan, TNI akan bertugas jika memang diperlukan. Ia membantah bahwa pemerintah ingin memberikan porsi lebih kepada TNI untuk ikut menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Yang jelas, sesuai dengan perundangan yang ada, TNI kalau dimintai bantuan oleh kepolisian atau Kepolisian Daerah (Polda), kita lakukan. Tapi tetap (utamanya) kepolisian,” ujarnya kepada wartawan, usai rapat terbatas bidang politik, hukum dan keamanan (Polhukam) di Istana Bogor, Senin (7/1).

Menurut Agus, bentuk sinergitas antara kepolisian dan TNI dalam membantu memberi rasa aman kepada masyarakat itu, akan disesuaikan dengan peraturan perundangan yang ada. “Tidak boleh menabrak-nabrak aturan-lah,” tutur mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) ini.

Terkait kritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengatakan bahwa kondisi sosial Indonesia tahun 2012 tidak menggembirakan karena masih marak konflik sosial, Agus mengaku menerimanya sebagai masukan.

“Kita evaluasi sebagai bagian dari perbaikan kita ke depan,” ujarnya, sambil mengelak saat ditanya lebih lanjut soal evaluasi yang dilakukan TNI untuk kinerja tahun 2012 lalu.

SBY sendiri dalam sambutannya di Rapat Terbatas hari ini, mengatakan bahwa pemerintah menilai pemeliharaan keamanan dalam negeri memiliki peran yang sangat sentral. Menurutnya, kepolisian, TNI, Komando Teritorial TNI, intelijen dan jajaran pemerintah daerah haruslah bersinergi untuk menciptakan keamanan untuk masyarakat.

Instruksi ini muncul karena SBY tidak puas dengan kinerja penegakan hukum dan keamanan yang terjadi selama 2012.

“Saya menggarisbawahi, tidak boleh ada yang ragu-ragu di dalam menegakkan dan memelihara keamanan sampai tingkat yang paling depan. Kepolisian, komando teritorial, intelijen di daerah, ditugaskan oleh negara untuk itu, dengan segala risiko untuk rakyat kita,” tuturnya.

Sumber: Berita Satu