Sudah lama sekali Indonesia tidak lagi menjadi bangsa Maritim yang tangguh. Karena itu sudah saatnya Indonesia kembali mengembangkan potensi-potensi maritim yang tersimpan sebagai arah pembangunan negara.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, saat menyampaikan sambutan dalam seminar dengan tema Strategi Pengelolaan Wilayah Perbatasan Maritim Indonesia di Universitas Paramadina, Jakarta (Senin, 26/11). Seminar ini merupakan  Seminar Nasional IMI Goes to Campus dengan tema besar Strategi Membangun Negara Maritim.

Seminar ini dibuka oleh Prof Dr Susanto Zuhdi yang mewakili Menteri Pertahanan. Dalam sambutannya, Susantu mengingatkan bahwa ancaman di laut bukan hanya dari pihak militer asing, namun juga dari kalangan sipil. Dalam seminar yang dibagi dalam dua sesi ini Hadir sebagai narasumbe, Prof Hasjim Djalal, Prof Dietriech Bengen, Laksda TNI Heribowo, Jaleswari Pramodhawardani, Brigjen TNI Dody Husodo Hargo dan Agus Dermawan dari KKP.

Sementara itu, Direktur Eksekutif IMI Y Paonganan mengatakan bahwa kegiatan IMI Goes to Campus ini akan terus bergulir ke kampus-kampus seluruh Indonesia untuk terus mengkampanyekan pentingnya Indonesia menjadi sebuah negara maritim yang tangguh dan berdaulat. “Ini sebagai bentuk komitmen kami untuk menjadikan Indonesia negara maritim,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, IMI dan Universitas Paramadina juga menggagas terbentuknya Pusat Studi Strategis Maritim di Universitas Paramadina untuk melakukan kajian-kajian strategis dalam bidang maritim. “Untuk dana kegiatan ini berasal dari pihak KP3K-KKP, dan bekerjasama dengan Universitas Pramadina dalam  program Adopsi Pulau terluar untuk bersama-sama memajukan beranda NKRI tersebut,” tandasnya

Sumber: Rakyat Merdeka Online