INILAH.COM, Jakarta – Sejak bergulirnya reformasi Pancasila cenderung terpinggirkan. Bangsa Indonesia kini sudah melupakan Pancasila. Liberalisasi dan kebebasan menjadi salah satu penyebabnya. Hal tersebut disampaikan oleh Mantan Panglima TNI, Jenderal(Purn) Endriartono Sutarto melalui rilis, Senin (19/11/2012).

“Sejak bergulirnya reformasi, tuntutan liberalisasi, kebebasan dan demokratisasi seolah menandai kemunduran pamor ideologi Pancasila. Ketidak-mampuan negara untuk meningkatkan kualitas hidup rakyatnya, serta memberikan perlindungan dan jaminan keamanan, nampaknya menyumbang pada semakin merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap ideologi Pancasila,” kata Endriartono.

Terpinggirkannya Pancasila beberapa tahun terakhir ini kata Endriartono sudah sangat terasa akibat-akibat negatifnya dalam kehidupan bermasyarakat serta kehidupan berbangsa dan bernegara. Tumbuh suburnya sentimen kedaerahan, bentrok massal antar etnik, konflik antar agama adalah akibat yang muncul. “Perbedaan tidak lagi dihargai sebagai berkah dan kekayaan bangsa, tetapi telah menjadi alasan untuk saling curiga, dan sumber perbedaan yang kemudian menyulut konflik,” ujarnya.

Pada tataran politik, lanjut Endriartono, terpinggirkannya Pancasila juga ditandai berbagai kemunduran. “Mereka melakukan manipulasi sistematis terhadap demokrasi dan proses demokratisasi yang berkembang tanpa pijakan filosofi dan prinsip-prinsip yang jelas,” pungkasnya.