JAKARTA-Kementerian Pertahanan (Kemhan) berupaya memperkuat pertahanan nir-militer dengan menanamkan sikap bela negara dan cinta tanah air, melalui kegiatan lomba diskusi dan menulis, dengan program “Parade Cinta Tanah Air” Tahun 2012.

“Kita punya tugas pertahanan non-militer, yaitu menumbuhkan sikap bela negara dan cinta tanah air. Sekarang dibuat strategi pertahanan dalam rangka pembentukan wilayah-wilayah pertahanan,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saar menghadiri “Parade Cinta Tanah Air” 2012 di Kemhan, Jakarta, Selasa (6/11).

Oleh karena itu, lanjut dia, perlu ada peningkatan itikad bela negara dan cinta tanah air. Salah satunya yang ditempuh oleh Kemhan, dengan meneguhkan sikap bela negara dan cinta tanah air itu dengan para generasi muda yaitu melakukan lomba berargumentasi, berdiskusi, pembuatan paper.

Kegiatan menulis artikel cinta tanah air ini diadakan untuk tingkat SLTA se Indonesia yang sebelumnya telah di laksanakan serentak di masing-masing provinsi dan Kemhan sebagai pelaksana Nasional. Untuk kegiatan tingkat provinsi telah di laksanakan dari tanggal 15 Oktober sampai 3 November 2012, sedangkan untuk tingkat nasional dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 5 November sampai 7 November 2012 di Kemhan.

Diharapkan dengan cara seperti itu, menjadi satu wahana untuk peningkatan sikap bela negara dan cinta tanah air.

Menurut Menhan, sikap bela negara dan cinta tanah air itu sendiri adalah salah satu dari nilai karakter bangsa yang harus terus dipertahankan dalam mempertahankan NKRI, jiwa kebhineka tunggal ikaan.

“Ini penting sekali bagi putra putri kita,” katanya.

Kegiatan itu memang sama dengan yang dilakukan oleh Ketua MPR Taufiq Kiemas. Ini kita lakukan karena kita tahu generasi muda ini akan memimpin bangsa. Itu tujuannya, yaitu menumbuhkan sikap bela negara dan cinta tanah air,” jelas Purnomo.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementrian Pertahanan Kolonel Kav TNI Bambang Hartawan, mengatakan, sikap bela negara dan cinta tanah air merupakan nilai karakter bangsa Indonesia yang di jiwai rasa cinta kepada NKRI.

“Program kegiatan ini, untuk menjungjung kembali nilai-nilai kerakter bangsa di tengah masyarakat yang semakin hari semakin luntur rasa nasionalismenya,” kata Bambang.

Menurut dia, maraknya tawuran pelajar, premanisme dan sikap kurang menghargai budaya, menunjukan bahwa pembinaan dan perhatian khusus dibutuhkan dalam pembentukan krakter bangsa.

“Jadi dengan diadakannya kegiatan berupa diskusi dan uji argumen serta berbagai lomba tentang artikel Cinta tanah Air dapat memupuk rasa nasionalisme bangsa,” jelasnya.

Melalui kegiatan itu, diharapkan para pelajar mampu menumbuh kembangkan kemampuan berargumentasi secara lisan melalui dikusi atau uji argumen dalam mengekspresikan argumen pemikiran dari pengetahuan yang dimilikinya.

“Pelajar juga di tuntut untuk mampu membentuk karakter bangsa yang ulet, tangguh, berwawasan kebangsaan dan memiliki kesadaran bela negara dalam rangka menjaga keutuhan NKRI,” ujar Bambang.(ant/hrb)

Sumber: www.investor.co.id