ATAMBUA, KOMPAS.com — Perwakilan pimpinan dan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengunjungi perbatasan Republik Indonesia dan Timor Leste di wilayah Turiscain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (31/10/2012). Mereka menemukan kondisi wilayah perbatasan yang minim infrasturktur dan kesejahteraan.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid dan diikuti sebanyak 23 anggota majelis. Mereka terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD). Ikut serta Komandan Korem 161 Wirasakti Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Ferdinan Setiawan, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah setempat.

Ini merupakan kunjungan hari kedua di NTT. Sebelumnya, Selasa (30/10/2012), rombongan MPR telah mengunjungi pintu gerbang perbatasan Indonesia dan Timor Leste di Mota’ain, Kabupaten Belu. Dalam kunjungan tersebut, mereka menemukan kondisi kurang-lebih serupa.

Dalam dialog dengan pemerintah dan perwakilan masyarakat setempat di Atambua, Belu, Ahmad Farhan Hamid mengungkapkan, sebagian kawasan perbatasan RI dengan negara lain, termasuk dengan Timor Leste, masih perlu mendapat perhatian lebih. Selain masalah keamanan, masyarakat setempat hidup dengan infrastruktur minim dan kesejahteraan yang rendah.

Untuk itu, pemerintah diminta lebih serius lagi mengatasi masalah kemiskinan, infrastuktur, dan keamanaan. Sudah 67 tahun Indonesia merdeka, dan semua warga negara, termasuk di wilayah perbatasan, harus ikut menikmati pembangunan. “Wilayah perbatasan punya peran penting dan strategis. Selain sebagai batas, itu juga merupakan beranda luar bagi rumah Indonesia,” katanya.

Sumber: Kompas