JAKARTA – Maraknya isu perpecahan di kalangan internal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, mendorong dilakukannya rekonsiliasi. Hal ini bertujuan untuk menjaga keutuhan dan kesolidan BEM Nusantara yang sebelumnya sempat digoyang isu perpecahan di internal.

Bertempat di Bekasi, Jawa Barat, temu rekonsiliasi BEM Nusantara ini telah digelar pada 24-29 Oktober 2012 lalu. Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Musliar Kasyim.

Ketua Stering Commitee Rekonsiliasi BEM Nusantara, Albert S Goeltom mengatakan, dari rapat tersebut menghasilkan sejumlah rumusan, yakni Komisi I menghasikan rumusan tidak ada perpecahan di internal BEM Nusantara. Sedangkan kelompok Temu Padang dan Temu Kepri membuat nota kesepahaman (MoU) tentang kesepakatan peleburan ke dalam BEM Nusantara.

“Menunjuk tuan rumah temu BEM Nusantara selanjutnya adalah Universitas Negeri Papua, Papua Barat,” kata Albert dalam keterangannya, Rabu (31/10/2012).

Kemudian Komisi II menghasilkan rumusan tentang keorganisasian, seperti membuat AD/ART sebagai aturan main BEM Nusantara Selanjutnya. Membentuk presidium dengan keterwakilan, membuat media Informasi BEM Nusantara, membentuk Korwil Tiap-tiap Provinsi Se-Nusantara dan Sekretariat Pusat BEM Nusantara

Sedangkan Komisi III telah menghasilkan rumusan tentang arah pergerakan BEM Nusantara di masa mendatang. Ditambahkan Albert, BEM Nusantara nantinya akan menjadi social control bagi pemerintah apa bila pemerintah membuat kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat.

Menurutnya, DPR RI harus segera mengesahkan RUU Ormas untuk mengatur LSM asing serta untuk menjaga kedaulatan NKRI. Tak hanya itu, BEM Nusantara juga mendesak DPR RI agar segera mengesahkan RUU Kamnas.

“Presiden SBY harus merombak kabinetnya yang bekerja buruk dan perapot merah,” tegas dia.

Untuk diketahui, acara temu BEM Nusantara yang dihadiri 125 BEM se-Indonesia ini kemudian ditutup oleh Sekda Pemda setempat. Apa yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut semua bersifat mengikat.

Sumber : Okezone